Saat mengetahui Tanti meninggal, saat kulihat jasadnya terbaring kaku di kamarnya, saat aku membantu berbagai persiapan di rumah Cipinang dan bersama jasadnya semalaman, aku merasa tak ingin mencium jasadnya sebagaimana yang diajakkan oleh kerabatku, karena aku merasa kalau ruh Tanti sudah tak berada di sana. Tak terasa kesedihan saat mendengar Tanti meninggal karena di satu sisi itulah yang terbaik baginya setelah mengalami penderitaan panjang akibat penyakit kankernya. Aku meyakini kalau Tanti telah berada di Sisi-Nya di dalam kedamaian.

(lagi…)

Pada Minggu, 6 Maret 2011, pukul 14.00 WIB, kaum Eden yang menjaga Yang Mulia Rasul Yanthi mendapati bahwa denyut nadinya telah tak berdetak lagi. Inilah akhir perjalanan pensucian raga YMR Yanthi setelah terus-menerus berjuang menjalani pensuciannya dengan penyakit kanker sejak diangkatnya salah satu payudaranya pada 2005 silam.

(lagi…)

Saat melakukan browsing di internet, layar komputerku menampilkan sebuah akun Facebook dengan nama Lia Eden dengan foto Bunda Lia Eden sebagai foto profilnya. Foto yang digunakan adalah foto Bunda Lia Eden yang sedang duduk di singgasananya, yang pernah disebarkan kepada masyarakat juga dapat dilihat di situs resmi Eden di www.liaeden.info.

Melalui blog pribadiku ini, aku hanya ingin menuliskan bahwa sampai saat ini Bunda Lia Eden yang masih berada di dalam penjara Lapas Wanita Tangerang tak menggunakan Facebook sebagai media bersosialisasi. Setiap kabar yang disampaikan oleh beliau dikemukakan melalui situs-situs resmi Eden dan risalah-risalah resmi yang dilansir oleh Komunitas Eden.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Seiring dengan berjalannya waktu, sejalan dengan proses pensucian yang terjadi terhadap Bunda Lia Eden dan seluruh anggota Komunitas Eden, kini situs-situs Eden telah diperkenankan untuk dibuka kembali sebagaimana situs www.le2-34-777.info dan www.liaeden.info. Sedangkan situs www.mahoni30.org masih belum dibuka kembali.

Kepada sahabat yang ingin berdiskusi atau sharing dengan Komunitas Eden, silakan mendaftar menjadi anggota di milis Eden-info@yahoogroups.com.

Setelah melewati masa penjara selama 22 bulan, aku harus menghadapi kenyataan kembali mengurusi surat-suratku seperti KTP dan SIM. Untuk KTP, aku sudah berbagi ceritanya. Sekarang aku ingin berbagi pengalaman mengurus SIM C-ku yang hilang, walau waktunya belum kadaluarsa. Berbeda dengan SIM A-ku yang juga ikut hilang tetapi sudah lewat masa berlakunya.

(lagi…)

Setelah beberapa hari menghirup udara bebas dan menyesuaikan diri dengan berbagai aktivitas keseharian di Mahoni, akhirnya kuputuskan untuk mulai mengurus KTP-ku yang hilang dan memang sudah kadaluwarsa sejak Bulan Juni 2010 yang lalu (saat itu aku masih di dalam penjara dan baru bebas Oktober 2010 ini). Dan karena kebetulan domisili KTP-ku masih di Pasar Minggu (rumah masa kecilku), maka aku menempuh perjalanan menggunakan angkutan umum menuju ke sana. Dan dari sanalah aku semakin melihat betapa memang jalanan di Jakarta terasa semakin penuh saja … xp.

(lagi…)

Hari ini, aku mencoba membuka ketiga situs Eden di www.le2-34-777.info, www.liaeden.info dan www.mahoni30.org. Dan ketiganya sudah tak dapat diakses.Hal tersebut dikarenakan tindak lanjut atas petunjuk Paduka Maharaja Ruhul Kudus kepada Komunitas Eden untuk menutup ketiga situsnya yang selama ini menjadi salah satu media penyebaran Risalah-risalah Eden ke masyarakat.

Sepengetahuan saya, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi ditutupnya situs-situs Eden tersebut. (lagi…)

Beberapa bulan yang lalu, istriku kehilangan surat-surat berharga dalam sebuah perjalanan di Jakarta. Tas berisi KTP, SIM, ATM, ponsel dan sejumlah uang tertinggal di bajaj dan tak kembali. Kaget, namun kami tak mau berlama-lama berada dalam keadaan bingung dan mulai mempersiapkan jadwal untuk mengurus kembali surat-surat yang hilang tersebut. (lagi…)

Sahabat, puji syukur kepada Tuhan, aku telah diperkenankan menjalani masa-masa penjaraku selama lebih dari 22 bulan. Berlembar-lembar hikmah, kesaksian dan pelajaran telah terhadirkan dan terdokumentasi melalui tulisan tanganku. Bertahap akan kubagi pengalamanku kepada dunia dengan kesimpulan besar: bahwa sungguh Tuhan yang disembah oleh manusia itu ada dan nyata Mukjizat dan Perlindungan-Nya, tentu dengan syarat kita juga menepati perjanjian kita dengan-Nya. Dan Kehadiran-Nya sungguh sangat terasa selama aku menjalani penjara ini.

Sahabat, aku sudah kembali ke dunia luar. Kini aku dapat menyapa kembali di dunia maya melalui blog, facebook, email dan milis Komunitas Eden. Terima kasih telah mengunjungi dan berkontribusi dalam blog ini. Semoga dalam masa-masa ke depan, blog ini dapat kembali menjadi media bagi kita untuk saling bertukar pikiran demi mencapai pencerahan.

Salam jumpa kembali, sahabat … :)

Dalam rangka menyampaikan Ketetapan Tuhan atas kaum Eden kepada publik, Tuhan kembali menurunkan Wahyu-Nya yang termaktub di dalam Risalah Ruhul Kudus terbaru: ‘Wahyu Tuhan untuk Pemerintah Indonesia.’ Demikian isi Wahyu Tuhan yang diturunkan-Nya pada tanggal 21 Oktober 2008.

Wahyu Tuhan untuk Pemerintah Indonesia

Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Ajaib

Dan inilah Wahyu Tuhan yang diturunkan-Nya pada hari Selasa, 21 Oktober 2008, Pukul 10.15 WIB

Wahyu Tuhan:
“Kami akan segera mempertunjukkan keajaiban-keajaiban terbaru yang maha muskil. Dan untuk itu, Aku menitahkan para Rasul Eden menjalani Ibadah Kedap, yaitu mengisolir diri dan tirakat menyatukan ruh dan jiwa mereka dengan Kami tanpa mengikuti berita apa pun dari media massa elektronik maupun media cetak. Demikianpun termasuk pemberitaan dari masyarakat sepenuhnya. Kularang mereka berkomunikasi keluar dan menerima komunikasi dari luar, termasuk dari keluarga dan kerabat mereka semua.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.