Dalam rangka menyampaikan Ketetapan Tuhan atas kaum Eden kepada publik, Tuhan kembali menurunkan Wahyu-Nya yang termaktub di dalam Risalah Ruhul Kudus terbaru: ‘Wahyu Tuhan untuk Pemerintah Indonesia.’ Demikian isi Wahyu Tuhan yang diturunkan-Nya pada tanggal 21 Oktober 2008.

Wahyu Tuhan untuk Pemerintah Indonesia

Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Ajaib

Dan inilah Wahyu Tuhan yang diturunkan-Nya pada hari Selasa, 21 Oktober 2008, Pukul 10.15 WIB

Wahyu Tuhan:
“Kami akan segera mempertunjukkan keajaiban-keajaiban terbaru yang maha muskil. Dan untuk itu, Aku menitahkan para Rasul Eden menjalani Ibadah Kedap, yaitu mengisolir diri dan tirakat menyatukan ruh dan jiwa mereka dengan Kami tanpa mengikuti berita apa pun dari media massa elektronik maupun media cetak. Demikianpun termasuk pemberitaan dari masyarakat sepenuhnya. Kularang mereka berkomunikasi keluar dan menerima komunikasi dari luar, termasuk dari keluarga dan kerabat mereka semua.

(lagi…)

Mungkin posting ini adalah posting saya yang terakhir di dalam blog ini sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan, karena mulai besok (Rabu, 22 Oktober 2008), seluruh kaum Eden akan menjalani ‘Ibadah Kedap’, yaitu sebuah jadwal bagi kaum Eden untuk mengisolir diri dari masyarakat dengan tidak berkomunikasi atau menerima berita baik melalui telepon, sms, email, internet, media massa cetak dan elektronik. Semua dilakukan demi proses penyatuan ruh dengan Tuhan dan Ruhul Kudus, sebagaimana yang menjadi Pengumuman Komunitas Eden yang telah disampaikan melalui beberapa milis dan SMS kepada sahabat-sahabat Eden:

Pengumuman Komunitas Eden


Sejak hari Rabu, tanggal 22 Oktober 2008, Komunitas Eden sedang menjalani ‘Ibadah Kedap’, yaitu ibadah mengisolir diri demi menyatukan ruh dan jiwa dengan Tuhan dan Ruhul Kudus. Tak berkomunikasi dengan pihak luar melalui telepon, SMS, email dan internet, tak menyaksikan dan mendengarkan berita baik berupa bacaan maupun siaran TV dan radio.

Ibadah Kedap Eden belum ditetapkan lama jangka waktunya sampai waktu yang ditetapkan Tuhan. Mohon dimaklumi dan maaf bila tak bisa memberi jawaban dan komunikasi.

Sekian dan terima kasih.

(lagi…)

Atas terjadinya resesi global yang melanda dunia, Tuhan kembali menurunkan Wahyu dan Petunjuk-Nya melalui Risalah Ruhul Kudus Terbaru. Dan atas perintah Ruhul Kudus, Risalah-risalah Ruhul Kudus ini telah kami sampaikan kepada Presiden, Menteri Keuangan, Direktur Bursa Efek Indonesia, Kapolri, Kapolda, lembaga-lembaga agama, segenap aparat pemerintah, media massa dan masyarakat yang selalu kami kirimi risalah. Demikian isi Risalah Ruhul Kudus terbaru.

Wahyu Tuhan kepada Pemerintah Indonesia

Atas Nama Tuhan Yang Maha Mengadili dan Maha Pengampun

Inilah Ketetapan Tuhan yang diturunkan-Nya pada tanggal 13 Oktober 2008, pukul 09.15 WIB

Wahyu Tuhan:
“Pengadilan-Ku sedang Kuterapkan. Sejalan dengan resesi dunia yang sedang melanda pada saat ini, Kusebutkan itu sebagai Hari Penghakiman-Ku untuk seluruh bangsa-bangsa dan seluruh umat manusia di dunia. Dan Aku mengasihi seluruh umat manusia dan seluruh bangsa, melainkan Indonesia dan Amerika-lah yang sedang Kuhakimi secara khusus. Itu disebabkan kekualatan bangsa Indonesia terhadap Eden. Dan tiadalah Aku menghakimi bangsa Amerika melainkan bila bukan karena Amerika terlalu sering memaksakan kehendaknya terhadap bangsa-bangsa lain di dunia ini, dan karena dia merasa dirinya sebagai penguasa dunia. Ketamakan dan kesombongannyalah yang menjadikan ia Kuhinakan. Menjadilah Amerika ujung mata rantai kesalahan yang menyebabkan krisis keuangan global. Itulah kehinaan yang Kuciptakan baginya.

(lagi…)

Sebagaimana biasa, bila ada kesempatan, aku mengecek statistik kunjungan ke blog-ku ini setiap harinya. Selain untuk mengecek jumlah pengunjung setiap harinya, juga untuk me-manage apabila ada comment yang masuk. Dan ada yang menarik pada bagian ‘perujuk’, dimana ada pembaca yang sampai ke blog-ku melalui link di bawah ini:

http://padamunegeri.wordpress.com/2008/02/24/padamu-negeri-on-blog-media/

Dengan adanya link tersebut pada bagian ‘perujuk’, menunjukkan bahwa alamat blog-ku terdapat pada situs tersebut. Maka aku mencoba untuk berkunjung ke link tersebut. Dan memang benar adanya. Salah satu link menuju blog-ku ada di situs tersebut. Hanya satu hal yang membuatku sedikit keberatan, walaupun sudah terbiasa hal tersebut dilakukan oleh media massa di Indonesia terhadap Eden, yaitu blog-ku berada di dalam kategori ‘Aliran Sesat’.

(lagi…)

Demikian isi Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya yang telah disampaikan kepada Kapolda Metro Jaya dan para polisi yang menjadi penyidik dalam kasus Eden tahun 2005 yang lalu pada tanggal 30 September 2008.

Kepada Yang Terhormat
Kapolda Metro Jaya
Irjen (Pol) Adang Firman
Di tempat

Atas Nama Tuhan Yang Maha Kuasa

Suatu saat, semua orang di negeri ini wajib diberitahu apa yang menyebabkan Indonesia penuh dengan kemalangan. Akulah Malaikat Jibril yang berprakarsa membumikan Hukum-hukum Tuhan yang terkini. Dan akulah yang sedang menyanggah penindakan atas Rasul Tuhan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden. Karena itu aku mencoba mengelola ketidaksalahan Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden melalui kebudimanannya pada suatu saat ketika dia sedang dipenjara. Untuk itulah aku mencoba mengenangkan sifat-sifat kenabiannya melalui apa-apa yang akan kujelaskan berikut ini.

(lagi…)

Hari Raya Lebaran atau Idul Fitri yang dirayakan oleh umat Islam di Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2008 ini menjadi sebuah momen bersejarah dimana Ruhul Kudus membakukan sebuah pengajaran atas ketauladanan berupa kesucian mutlak dan keikhlasan mutlak disampaikan oleh Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden (YM), yang disebutkan Ruhul Kudus sebagai reinkarnasi Nabi Muhammad. (lagi…)

Cukup lama aku tidak mendatangi Gedung Dispenda Jakarta Pusat dan Utara yang terletak di Jl. Gunung Sahari, seberang JIITEC Mangga Dua. Hari Jumat ini (26/9), aku berkesempatan mendatangi gedung yang terhitung baru tersebut untuk mengurus perpanjangan STNK mobil Panther yang dipakai operasional Eden sehari-hari.

Sesampainya di sana, suasananya tidak terlalu berbeda dengan kunjunganku terakhir sekitar setahun yang lalu. Namun ada satu hal yang berbeda (lagi…)

Dalam sebuah majelis di Eden, Ruhul Kudus meminta kepada sebagian kaum Eden untuk menyampaikan kritiknya atas sifat-sifat yang dianggap kurang atas diri Paduka Bunda.

“Masalahnya, Paduka Bunda seorang manusia. Saya memang makhluk yang sempurna. Perasaanku tak pernah terlukai. Aku tak pernah dendam. Aku juga tak pernah curiga, karena semua hal dapat aku ketahui secara telanjang, secara polos. Jadi yang marah itu dan yang mengekspresikannya itu lebih banyak oleh Paduka Bunda. Tapi kemarahannya itu memang kamilah yang mengutarakannya kepadanya.”

Demikian sabda Ruhul Kudus kepada kami. (lagi…)

Apakah Anda penggemar film animasi Avatar, The Legend of Aang, yang ditayangkan versi aslinya di channel Nickelodeon dan versi Bahasa Indonesia-nya di Global TV? Tadinya aku pikir film tersebut hanyalah sebuah film animasi aksi untuk anak-anak semata dengan grafis yang unik dan mengesankan. Ternyata setelah diikuti, sungguh di dalam kisah-kisahnya sarat dengan pengajaran dan pelajaran spiritual yang mendalam untuk diambil hikmahnya.
Sungguh penulis skenario film Avatar tersebut seakan dapat memahami apa yang menjadi pergulatan seorang utusan di dalam menjalankan apa yang menjadi tugasnya di dalam dunia ini, yang niscaya sangat berat untuk ditanggung oleh seorang manusia biasa. Apalagi Aang digambarkan dengan figur seorang bocah belasan tahun yang mau tidak mau harus menghadapi takdirnya menyeimbangkan kembali alam yang menuju kehancuran karena ambisi dan keserakahan negara api yang ingin menguasai dunia.

(lagi…)

Dari milis milik Aliansi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), aku melihat sebuah berita yang di-forward dari salah satu situs berita dengan judul yang menurutku agak mengherankan karena menggunakan sebuah kosa kata yang amat sangat tidak baku: “AKKBB Syukurin Rizieq Dikenai Pasal Penghasutan”.  Dan setelah kubaca beritanya, sepertinya kata ’syukurin’ itu merupakan penafsiran bebas yang dilakukan oleh penulis berita dari kata ‘menyambut baik’ yang ditulisnya dalam berita tersebut.

Yang menjadi pertanyaan, apakah layak menggunakan kata ’syukurin’ dalam sebuah headline? (lagi…)

Halaman Berikutnya »