Berita tentang persidangan terhadap Bunda Lia Eden tahun 2006 yang lalu cukup menjadi perhatian. Dan vonis 2 tahun penjara yang dialami Bunda Lia Eden pun turut menjadi sorotan publik. Demikian pula kebebasan beliau akhir Oktober 2007 yang lalu, juga menjadi pemberitaan dari media massa. Dan satu hal yang terlihat dari Bunda Lia Eden dan Komunitas Eden adalah tidak adanya perubahan keyakinan pasca penahanan beliau di dalam penjara.
Apakah yang dapat membuat seseorang tetap bertahan dalam iman dan keyakinannya kalau bukan karena keyakinan bahwa benar-benar Tuhan yang memberikan Petunjuk-Nya? Keteguhan iman walaupun berada di dalam penjara, bahkan Risalah-risalah Eden ramai tersebar selama proses persidangan dan pemenjaraan berlangsung, ternyata cukup menjadi inspirasi, khususnya bagi teman-teman yang mengusung kebebasan beragama dan berkeyakinan.
Terakhir yang kudengar adalah dari pernyataan Usman Hamid dalam acara Padamu Negeri di Metro TV tadi malam (24/1). Beliau menyampaikan bahwa Bunda Lia Eden, walaupun sudah dua tahun di dalam penjara, setelah keluar penjara masih tetap pada keyakinannya. Demikian aku pun pernah mendengar pernyataan serupa yang dinyatakan oleh seorang narasumber dalam acara Dialog Agama dan Toleransi di Radio 68H beberapa waktu yang lalu.
Sungguh keteguhan iman Bunda Lia Eden dan Komunitas Eden ternyata telah menjadi inspirasi bahwa iman dan keyakinan yang teguh kepada Tuhan tidak akan berubah walaupun berada di balik teralis besi.