Apakah ujian yang terberat bagi seseorang? Setiap orang bisa memiliki pendapat yang berbeda. Namun satu hal yang niscaya sama, yaitu ujian terhadap anggota keluarga. Ayah, ibu, anak, saudara, suami, istri, niscaya menjadi ujian yang berat bagi setiap orang di dalam meniti kehidupan ini. Demikian pula di dalam meniti Jalan Tuhan yang sedang dibentangkan-Nya di Eden, karena Tuhan dan Ruhul Kudus senantiasa menjadikan keluarga sebagai salah satu ujian paling mutakhir yang dapat membawa seseorang menuju kemurnian imannya, atau sebaliknya, membuatnya terpental dari titian jalan dalam meraih dan mempertahankan diri di dalam Surga dan Kerajaan-Nya ini.
Hal itulah yang terjadi di Eden. Ujian keluarga niscaya menjadi ujian bagi seluruh kaum Eden, dan tidak terkecuali bagi Bunda Lia Eden. Bahkan ujian bagi Bunda Lia Eden dapat dikatakan merupakan ujian yang terberat, karena sebagai pendamping Ruhul Kudus di Eden dan sebagai Ratu di Kerajaan Tuhan yang membawa Mahkamah Pengadilan-Nya, maka Bunda Lia Eden diwajibkan untuk dapat adil sebagaimana Keadilan Tuhan dan Ruhul Kudus.
Manalah seseorang dapat adil bila sudah berhadapan dengan keluarganya? Niscaya setiap orang menginginkan yang terbaik bagi keluarganya, menginginkan kemudahan bagi keluarganya, dan itu pulalah yang juga diinginkan oleh Bunda Lia Eden. Namun sebagai seseorang yang membawa amanat yang maha berat yaitu sebagai Ratu di Kerajaan-Nya, hal itu tidak boleh dimiliki oleh Bunda Lia Eden.
Bunda Lia Eden adalah manusia biasa yang memiliki sifat manusiawi itu. Sebelum bersanding dengan Ruhul Kudus, beliau adalah seorang istri dan ibu dari empat orang anak. Dan kini, dengan takdir maha besar yang sedang diembannya, Bunda Lia Eden diwajibkan berlaku adil terhadap seluruh keluarganya. Karena itulah sejak kedatangan takdir yang maha besar ini kepada Bunda Lia Eden, seakan Tuhan menjauhkan seluruh keluarga Bunda Lia Eden dari dirinya demi menjaga keadilannya sebagai pengemban Kerajaan Tuhan yang membawa Pengadilan-Nya. Dan sampai saat ini, hanya tertinggal mantan suaminya dan salah seorang anaknya saja yang mengimani ajaran-ajaran Ruhul Kudus di Eden. Dan kepada keduanyalah Ujian Tuhan yang cukup intensif bagi Bunda Lia Eden demi memantapkan rasa keadilan di dalam dirinya dan demi mempelajari bagaimana Keadilan Tuhan itu sesungguhnya melalui apa-apa yang dialami oleh Bunda Lia Eden dan Komunitas Eden sehari-hari.