Salah satu kata pencari yang menghubungkan pembaca ke blogku ini adalah mencari bagaimana ibadah Komunitas Eden. Oleh karena itu, aku ingin menuliskan bagaimana Komunitas Eden menjalankan ibadahnya kepada Tuhan di dalam kesehariannya.


Eden pada hakikatnya bukanlah sebuah agama sebagaimana agama-agama formal yang diyakini oleh masyarakat pada umumnya saat ini, dimana ada kitab suci sebagai panduan, ada syariat yang telah ditetapkan dan disepakati bersama sebagai syariat agama tersebut, dan sebagainya. Lalu apakah Eden itu? Eden adalah sebuah Kerasulan yang saat ini sedang diturunkan Tuhan di muka bumi.

Sebagai Kerasulan yang dipimpin langsung oleh Malaikat Jibril-Ruhul Kudus, maka syariat atau tata cara ibadahnya pun mengikuti apa-apa yang diarahkan oleh Ruhul Kudus kepada kami. Dengan ajaran monotheis-perenial yang menjadi dasar utama dari pengajaran di Eden, maka tidak ada syariat apa pun yang harus dijalankan oleh Komunitas Eden di dalam kesehariannya. Karena Ruhul Kudus menyatakan bahwa saat ini Tuhan menyatakan telah menghapus semua agama, yang memiliki arti bahwa saat ini Tuhan tidak lagi mementingkan syariat yang dijalankan seseorang dalam menyembah-Nya atau memanjatkan suatu doa kepada-Nya. Bagi Tuhan, yang terpenting seseorang itu menjaga kesuciannya dan tulus dalam menyembah-Nya dengan cara dan bahasa apa pun. Hanya dengan cara itulah Tuhan akan menerima dan mengabulkan doa seseorang.

Mengapa Tuhan berketetapan sedemikian? Karena saat ini, umat manusia telah melakukan kezaliman yang sangat besar dengan mengatasnamakan Tuhan, agama dan syariatnya. Dengan merasa diri sebagai agama yang paling benar, atau sebagai aliran yang bersyariat yang paling benar dan paling diterima Tuhan, hal itu dapat membuat penganut agama tersebut merasa berhak menzalimi atau menghakimi penganut agama dan keyakinan lain yang dianggap berbeda, kafir, sesat, tak sesuci keyakinannya, dan lain sebagainya. Melihat pertumpahan darah yang terjadi karena mengatasnamakan Diri-Nya dan agama-Nya yang suci itulah Tuhan berketetapan untuk menghapuskan semua agama demi kemaslahatan dan perdamaian di muka bumi ini.

Oleh karena itu, Komunitas Eden tidak menjalankan syariat apa pun di dalam kesehariannya, selain hanya memakai baju kain putih tujuh meter dalam kegiatannya sehari-hari. Namun dalam kesehariannya, Komunitas Eden diwajibkan untuk menjalankan esensi dari beribadah itu sendiri yaitu tidak menyembah yang lain selain Tuhan Yang Maha Esa, hanya berbuat baik dan tidak melakukan dosa dan kesalahan dalam keseharian.