Tulisan ini tidak langsung kuketik melalui komputer atau laptop yang biasa kupakai, karena listrik yang mengalir di wilayah Jakarta Pusat (Kemayoran, Bungur, dan sekitarnya) sudah padam. Dan pemadaman ini terjadi lebih cepat dari yang diberitakan di media massa mengenai jadwal pemadaman listrik yang akan dijadwalkan terjadi hari ini di wilayah dimana aku tinggal. Dan sungguh hal itu agak merepotkan, karena beberapa kegiatan yang sudah dijadwalkan seperti mencuci dengan mesin atau mengisi penuh bak-bak air menjadi terganggu. Tapi syukurlah ada teknologi genset atau generator kecil yang kini dapat dioperasikan di rumah. Jadi, efek mati lampu hari ini tidak terlalu terasa. Aku masih bisa menyalakan sebagian lampu dan kipas angin di beberapa titik. Dan syukurlah matinya lampu hari ini tidak terjadi selama mati lampu-mati lampu sebelumnya. Sekitar pukul 12.30 WIB, kami sudah dapat beraktivitas sebagaimana biasa karena listrik sudah mengalir kembali.
Ternyata, memiliki generator di rumah itu cukup membantu meringankan beban yang kita rasakan bila aliran listrik di rumah kita padam. Karena sebagian besar kebutuhan hidup kita niscaya memerlukan listrik. Setidaknya untuk penerangan yang aman. Mengapa disebut aman, karena bila menggunakan lilin atau lentera, niscaya ada risiko kebakaran bila kita lalai mengawasi sumber penerangan yang menggunakan api tersebut.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila sejak saat ini kita sudah mulai memikirkan untuk memiliki generator sendiri di rumah. Apalagi dalam keadaan dimana pasokan listrik dapat saja kembali terganggu, dengan menyiapkan stok beberapa liter bensin/solar (tergantung jenis generatornya), maka setidaknya masih ada secercah cahaya yang dapat menerangi kegiatan kita sehari-hari.