Dalam beberapa hari terakhir ini, aku mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga berkaitan dengan networking atau jaringan. Jaringan internet ADSL yang terpasang di rumah rencananya ingin dipecah sehingga dapat dipakai beberapa komputer sekaligus. Setelah dana tersedia, maka berburulah aku ke Mangga Dua mencari perangkat yang dapat mewujudkan apa yang kupikirkan.

Di sebuah toko komputer langgananku di Orion Dusit Mangga Dua, pilihanku jatuh kepada sebuah perangkat yang diberi nama Router, dengan 1 port WAN dan 8 port LAN. Dan ketika kupasang di rumah, komputer dapat mendeteksi router yang kupasang, namun tidak dapat mengakses internet.

Di dalam settingan router itu terdapat berbagai pilihan dan fitur-fitur yang sarat angka seperti ISP, DNS, Subnet Mask, dan lain sebagainya. Waduh… apa yang harus kulakukan? Browsing punya browsing, chatting punya chatting, aku mendapatkan berbagai informasi yang cukup mencerahkan mengenai bagaimana memfungsikan router dan memasukkan nomor-nomor yang sesuai. Tapi tetap saja router itu tidak dapat mengakses internet. Dua hari aku berkutat dengan router itu tanpa mendapatkan hasil.

Berkaitan dengan username dan password yang terdapat di dalam fitur router, aku pun menghubungi call center Telkom 147, Plasa Telkom untuk meminta panduan mereka. Sampai pada suatu pagi, seorang teknisi dari Speedy menelepon dan memberikan sebuah penjelasan yang sangat sederhana (tentunya setelah kita sudah saling berbincang panjang sebelumnya mengenai persoalan yang aku hadapi, secara aku orang yang tidak memiliki pengetahuan banyak tentang perjaringanan), bahwa yang aku butuhkan bukanlah router, namun hanyalah sebuah switch, alat untuk memecah atau mencabangkan jaringan kabel RJ-45 yang digunakan. Dan ternyata betul. Setelah diperkenankan aku menukar router dengan switch di toko komputer langgananku, betul-betul langsung OK lho. Begitu semua kabel jaringan terpasang, semua komputer pun bisa mengakses internet.

Itulah pengalamanku dengan router dan switch, dua buah alat yang ternyata memiliki fungsi mirip namun tak sama. Sepertinya router memiliki fitur-fitur dimana kita dapat mengontrol dan mengawasi dan me-manage lalu lintas jaringan yang melewatinya. Sedangkan dengan switch, setiap komputer secara independen berurusan langsung dengan internet. Memang tanpa pengawasan, tapi itu jauh lebih mudah. Lagi pula, Tuhan dan Ruhul Kudus langsunglah yang menjadi pengawas kami di dalam keseharian. Jadi, itu lebih bermanfaat daripada router :D .

Jadi, apa yang sebenarnya Anda butuhkan, router atau switch?