Sedih sekali… itu yang dapat kuutarakan saat ini ketika melihat berita tentang pemukulan anggota AKKBB oleh anggota FPI di Monas. Dalam pemberitaan tersebut, sama sekali tidak terlihat ada aparat kepolisian yang mengamankan situasi. Benar-benar speechless… Setelah melihat ada orang berebutan uang yang dihamburkan dari pesawat di Serang, sekarang melihat anarkisme menimpa teman-teman aliansi di sana..
Dan menanggapi peristiwa ini, Ruhul Kudus menyampaikan pesannya yang telah disampaikan kepada teman-teman aliansi melalui milis mereka.
Pesan Ruhul Kudus
Menanggapi Peristiwa Penyerangan Anggota Front Pembela Islam (FPI)
terhadap Anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB)
yang sedang Menggelar Demonstrasi Penolakan Pembubaran Ahmadiyah di Monumen Nasional dalam rangka Memperingati Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2008
Salam Eden
Setiap pengorbanan itu ada nilainya. Setiap keteraniayaan besar nilainya. Memperjuangkan kebebasan beragama niscaya berujung pada Rahmat Tuhan yang besar.
Tak perlu ragu-ragu dalam menentukan langkah perjuangan untuk selanjutnya, apalagi surut oleh ancaman atau tragedi apa pun, karena setiap langkah itu akan terpuji. Karena memang demikian hakikat Keilahian yang selalu akan memberi makna pada perjuangan yang disukai-Nya. Setiap tetes darah yang terbersit keluar, niscaya terliputkan dalam perhitungan Perjanjian Tuhan yang selalu mengupayakan keindahan makna kemenangan kebebasan beragama.
Jangan pernah takut. Takkan terjadi ketertindasan yang akan menjadi kegagalan. Itu janji Ruhul Kudus dan Pesan Tuhan yang sedang kusampaikan.
Jibril Ruhul Kudus
1 Juni 2008, 14.30 WIB
(Diambil dari www.le2-34-777.info)
Semoga semangat teman-teman aliansi di dalam memperjuangan kebebasan beragama di negeri ini tidak pernah padam. Berjuanglah dengan tulus selalu, saudara-saudaraku. Semoga Tuhan memberkati perjuangan kalian dengan limpahan Rahmat dan Cinta-Nya. Amin.
Juni 1, 2008 at 10:19 am
Pak SBY dan Pak Tanto gimana FPI yang jadi Polisi Gadungan MAU DIBIARKAN?SELAMAT TINGGAL NKRI,SELAMAT DATANG POLISI SYARIAT.Mungkinkah akan ada dua Kepolisian di hari PANCASILA?
Juni 1, 2008 at 1:35 pm
FPI=front preman indonesia…tidak salah orang barat menilai agama islam adalah agama kekerasan…semoga pemerintah dan aparat menindak tegas FPI…dan MUI harus segera menegeluarkan fatwa bahwa FPI itu SESAT DAN MENYESATKAN bukannya ahmadiyah yg diserang tapi selalu tetap sabar..
Juni 1, 2008 at 4:25 pm
KEPADA YTH:
DETASEMEN 88
Telah ada indikasi kelompok teroris Yaitu Bernama FPI atau disebut dengan FRONT PEMBELA ISLAM
Mohon segera diproses menurut hukum.
Juni 2, 2008 at 1:10 pm
Anda semua jika tetap menuhankan kebebasan akan berhadapan dengan kami pejuang-pejuang Allah, tidak ada kebebasan selama kita hidup di bumi allah karena allah lah sang tuan rumah pemilik bumi dan seisinya, jika anda tidak mau tunduk pada peraturan allah maka jangan pernah hidup di bumi milik allah ini, carilah alam lain sehingga anda semua bisa hidup bebas sebebas-bebasnya sesuai kehendak perut anda. Anda mendukung ahmadiyah padahal jelas jelas melecehkan ajaran agama kami dan menginjak-injak ajaran kami, bersiaplah anda karena kami orang islam akan bangkit berjuang menegakkan panji-panji Allah dimuka bumi, dengan islam bumi ini akan penuh rahmat.
Juni 2, 2008 at 3:14 pm
FPI = Front Preman Indonesia
Dulu jaman Soeharto, gak pernah ada kepala Geng Preman, mau pake dasi keq, mau pake sorban keq, mau pake apapun…. yang berani nantang pemerintah kalo berani nangkapin anggotanya.
Skrg, Pemerintah dah diancam ama si Habib Rizieq, SBY cuman berani mengecam doank. Presiden apaan nih? Takut ama preman bersorban? Katanya purnawirawan Jendral bintang 4. Mana tuh bintangnya. Masa takut ama organisasi Preman?
Mau jadi apa negara kita kalo Presidennya aja bisa diancam ama Preman? Gak heran negara kita dihina pemimpin negara lain, kita diem aja. Soale ama Preman aja dah takut, apalagi pemimpin negara lain?
Ohhh, Indonesia. Aku memimpikan kembali seorang Pemimpin yang tegas. Yang tidak hanya tahu berwacana dan “menyesalkan” saja.
Juni 2, 2008 at 3:41 pm
Salam
Kepada Bung Asif di manapun Anda berada, sungguh saya pribadi tidak pernah meragukan kebenaran akan ajaran Islam (berserah diri) yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dan saya percaya bahwa Islam adalah jalan yang diperkenankan Tuhan bagi umat manusia. Namun saya pun juga meyakini bahwa Islam bukan satu-satunya realitas kebenaran, karena pada kenyataannya Tuhan menciptakan banyak jalan dan cara menujunya.
Namun bukankah Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian? Bila Nabi Muhammad yang menjadi tauladan, bukankah Nabi Muhammad mencontohkan bahwa dirinya tetap membalas segala perlakuan buruk kepadanya dengan senyum dan kebaikan? Nabi Muhammad baru membalas perang ketika kaumnya diperangi, perang dalam arti yang sebenarnya.
Dalam kenyataan sekarang, apakah teman-teman Muslim Indonesia sedang diperangi oleh umat beragama yang lain? Bukankah fakta lapangan menunjukkan umat Islam-lah yang sedang melakukan penzaliman dengan kekerasan kepada umat agama lain atau dengan umat seagama yang memiliki pandangan yang berbeda? Tentu saya yakin tidak semua umat Islam Indonesia yang melakukan itu. Niscaya masih banyak umat Islam yang mengedepankan kedamaian dan toleransi di dalam kehidupan keberagamaannya sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad semasa hidupnya dengan hidup berdampingan dengan penganut keyakinan yang lain.
Wahai, bila Anda merasa agama atau keyakinan Anda dilecehkan, maka introspeksilah. Mungkin memang ada yang salah dengan keyakinan Anda. Dan untuk menyanggahnya, tunjukkan bahwa keyakinan Anda adalah keyakinan yang luhur dan mulia. Maka siapa-siapa yang melecehkan keyakinan Anda akan tersadar melihat betapa baiknya ajaran Anda. Namun bila Anda malah menunjukkan sifat keras dan mengancam, maka jangan salahkan penilaian orang lain yang mengomentari keyakinan Anda, karena Tuhan pun niscaya tidak menyukai kekerasan dan penzaliman mengatasnamakan Nama-Nya dan ajaran-Nya yang luhur.
Bukankah Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang? Dan saya meyakini bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang penuh kasih dan membawa rahmat bagi semesta alam, rahmatan lil alamin. Bagi semesta alam, berarti bagi semua makhluk, untuk semua umat manusia, tidak hanya bagi yang beragama Islam saja.
Bila Anda ingin menegakkan Islam, maka tegakkanlah Islam dengan damai. Karena di dalam kedamaian itulah rahmat itu. Dan dengan kedamaian, orang akan melihat keluhuran dari ajaran Islam. Niscaya.
Salam