Hari ini, Ruhul Kudus memerintahkan Komunitas Eden untuk berkumpul dan menginap di Mahoni selama sebulan. Tidak hanya berkumpul dan menginap, Ruhul Kudus memerintahkan kami untuk mengenakan kain hitam sebagai tanda perkabungan untuk bangsa. Ada apakah gerangan?Itulah pertanyaan yang ada di benak kami, khususnya aku pribadi, setiap Ruhul Kudus memerintahkan Kaum Eden untuk mengenakan kain hitam tanda perkabungan. Namun apa yang dimaksud oleh Ruhul Kudus tidak pernah kami ketahui, sampai peristiwa yang dimaksudkan itu terjadi. Kami hanya menjalaninya sebagaimana yang diperintahkan.
Dalam kurun waktu 7 tahun aku mengikuti kegiatan di Eden, setidaknya Ruhul Kudus pernah memerintahkan kami dua kali masa perkabungan. Dan dalam perkabungan yang terakhir, perintah itu datang dalam sebuah persidangan Paduka Bunda di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tepatnya pada persidangan ketiga dengan agenda mendengarkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum atas eksepsi Tim Penasihat Hukum Lia Eden, dimana JPU menolaknya.
Ternyata perintah itu adalah sebuah pertanda akan terjadinya sebuah tragedi yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Karena pada tanggal 29 Mei 2006, muncullah semburan lumpur di Porong-Sidoarjo, yang saat itu masih merupakan semburan kecil dan tidak terlalu besar dampaknya, namun kini telah menjadi sebuah bencana alam yang semakin membesar tak terkendali dan menimbulkan kerugian yang sangat besar luar biasa. (Pembahasan selengkapnya terdapat di situs Eden www.le2-34-777.info dalam Risalah Surat Ruhul Kudus tentang Keadaan Bangsa Indonesia ke Depan)
Kini masa perkabungan dan pensucian yang diterapkan Ruhul Kudus kepada kami lebih berat dan intensif daripada sebelumnya, karena kami semua diwajibkan menginap bersama-sama di Eden sambil mengenakan kain hitam sepanjang hari selama sebulan. Apa yang menjadi Kehendak Tuhan kali ini yang niscaya akan memedihkan hati kami, sungguh tidak akan kami ketahui sampai peristiwa itu sampai. Yang dapat kulakukan hanyalah menjalankan apa-apa yang sedang dijadwalkan Tuhan. Dan semoga aku mampu melewati masa-masa pensucian menuju suci mutlak ini sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Amin.