Beberapa hari yang lalu badan saya sempat merasa kurang sehat sehingga mengharuskan saya beristirahat lebih banyak di dalam kamar untuk mengistirahatkan segenap fisik saya. Sambil berbaring di tempat tidur, memungkinkan saya untuk menyaksikan acara-acara di televisi seperti berita dan film-film dokumenter.

Dari berita-berita yang tersajikan, ada sebuah berita yang sangat menarik perhatian saya, yaitu tentang sebuah rumah yang ‘menghidupi’ dirinya dengan listrik yang diproduksi sendiri. Dan yang membuat saya tertarik, instalasi yang dipasang oleh seseorang yang tinggal di daratan Eropa itu membutuhkan biaya, yang menurut saya cukup murah, sekitar 300 juta rupiah.

Instalasi listrik di rumah itu terlihat sangat menarik dan sangat cocok dengan tempat tinggalku saat ini di daerah Senen, pinggir pantai, penuh angin dan sarat sinar matahari di musim kemarau ini. Rumah di Eropa itu menggunakan panel-panel penyerap tenaga matahari seperti pemanas air tenaga matahari di beberapa bagian rumahnya, seperti di atap, di atas jendela, dan sebagainya. Tidak hanya panel penyerap panas, rumah itu juga menggunakan kincir kecil yang berputar sangat cepat menangkap angin yang berhembus di sekitarnya.

Listrik yang dihasilkan peralatan itu pun disimpan dalam sebuah generator sebesar kulkas dua pintu, lengkap dengan indikator daya listrik yang tersedia. Bahkan dengan listrik yang dihasilkan, orang tersebut dapat menjual listriknya kepada pihak lain dan hal itu disahkan oleh negara. Dan sambil tersenyum ia berkata, bahwa tagihannya hanya beberapa poundsterling saja bulan itu.

Kembali ke Indonesia, saya tidak tahu kapan tempat saya akan terkena pemadaman bergilir. Setidaknya untuk pemadaman esok hari belum ada giliran sepertinya. Tapi bayangkan bila setiap rumah memiliki peralatan untuk membuat listrik mandiri sebagaimana yang dimiliki rumah di Eropa tersebut. Dan melihat derasnya angin, panasnya matahari yang bersinar sepanjang tahun, gelombang laut yang tak pernah berhenti bergerak, sungguh banyak sumber-sumber listrik yang ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan oleh teknologi manusia untuk menghasilkan listrik.

Semoga pemimpin bangsa ini segera tergerak untuk membangun pembangkit-pembangkit listrik dengan potensi yang melimpah ruah di bangsa ini. Karena sungguh hanya membutuhkan kemauan dan iktikad yang sungguh-sungguh saja, karena semua bahan bakunya sudah tersedia…