Hari Raya Lebaran atau Idul Fitri yang dirayakan oleh umat Islam di Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2008 ini menjadi sebuah momen bersejarah dimana Ruhul Kudus membakukan sebuah pengajaran atas ketauladanan berupa kesucian mutlak dan keikhlasan mutlak disampaikan oleh Yang Mulia Muhammad Abdul Rachman Eden (YM), yang disebutkan Ruhul Kudus sebagai reinkarnasi Nabi Muhammad. Walau berada di dalam penjara dan membutuhkan dana demi menyediakan makanan yang suci (yang disediakan
oleh kaum Eden sendiri) setiap harinya, YM mengikhlaskan sebagian dari warisannya untuk melunasi hutang Wowiek Prasantyo terhadap keluarga YM. Adapun Wowiek adalah mantan pengikut Salamullah (sebutan sebelum Eden) yang pernah mengumpulkan uang dari jamaah Salamullah untuk dijadikannya sebagai modal usaha, yang tidak berhasil karena kebangkrutan yang dialaminya. Dan YM sempat membujuk keluarganya untuk turut menginvestasikan uangnya pada bisnis yang akan dijalankan oleh Wowiek. Uang itulah yang menjadi hutang dari Wowiek terhadap keluarga YM.
Melihat ketulusan YM yang luar biasa yang mau membayarkan hutang Wowiek terhadap keluarganya walaupun YM di dalam penjara, maka terkenanglah hutang-hutang Wowiek yang lainnya yang tidak hanya kepada YM, namun juga kepada kaum Eden lainnya. Maka dihubungilah Wowiek melalui handphone-nya
untuk menyampaikan tentang ketulusan YM yang telah membayarkan sebagian hutang-hutangnya, padahal YM berada di dalam penjara. Wowiek sempat berhasil dihubungi dan terjadi dialog, namun Wowiek menyatakan sedang sibuk dan tidak dapat melayani pembicaraan kami. Maka dikirimlah sebuah SMS yang berisi Pesan Ruhul Kudus untuk Wowiek perihal Ketetapan Tuhan atas dirinya dalam menyikapi hutang-hutangnya terhadap kaum Eden yang masih belum dilunasinya.
Kisah pensucian terhadap Wowiek dikehendaki Tuhan menjadi bagian dari isian Kitab Suci di zaman ini. Wowiek yang disebutkan Ruhul Kudus adalah reinkarnasi dari Yudas sang pengkhianat, sempat bersahabat dengan A Mukti Day, putra Bunda Lia Eden yang disebutkan adalah reinkarnasi Yesus. Melalui peristiwa hutang Wowiek kepada kaum Eden yang tengah ditagihkan Tuhan inilah Ruhul Kudus menyematkan sebuah pesan untuk pelurusan akidah umat Kristen.
Oleh karena itu, agar dapat memberikan sebuah penjelasan yang runtut dan tuntas atas hal ini, Ruhul Kudus membuat sebuah risalah untuk Polda Metro Jaya agar pihak kepolisian turut menjadi saksi bagaimana proses Penghakiman Tuhan yang akan dialami oleh Wowiek, sebagai sebuah acuan bagaimana sistem Pengadilan dan Penghakiman Tuhan di zaman ini. Maka disampaikanlah Risalah Ruhul Kudus tersebut kepada Kapolda Metro Jaya, Irjen (Pol) Adang Firman. Selain itu, Risalah Ruhul Kudus ini juga disampaikan kepada para polisi yang dahulu pernah menyidik Bunda Lia Eden, YM, dan segenap kaum Eden saat terjadinya peristiwa evakuasi akhir tahun 2005 yang lalu, karena mereka dianggap sebagai pihak yang
memperlakukan Eden dengan baik dan turut mengikuti perkembangan kegiatan di Eden melalui Risalah-risalah Ruhul Kudus yang selalu disampaikan kepada terima. Demikianlah Risalah Ruhul Kudus ini telah disampaikan secara langsung kepada pihak-pihak yang dituju di Polda Metro Jaya pada tanggal 30 September 2008.
Demikian sekilas latar belakang turunnya Risalah Surat Ruhul Kudus untuk Polda Metro Jaya yang mengisahkan ketauladanan Nabi Muhammad yang ditunjukkan Tuhan saat hari raya umat Islam Idul Fitri tahun ini. Risalah selengkapnya dapat dilihat di http://www.le2-34-777.info/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=99&Itemid=1