Pada Minggu, 6 Maret 2011, pukul 14.00 WIB, kaum Eden yang menjaga Yang Mulia Rasul Yanthi mendapati bahwa denyut nadinya telah tak berdetak lagi. Inilah akhir perjalanan pensucian raga YMR Yanthi setelah terus-menerus berjuang menjalani pensuciannya dengan penyakit kanker sejak diangkatnya salah satu payudaranya pada 2005 silam.
YMR Yanthi dikenal dan akan selalu dikenang sebagai sosok yang selalu membawa keceriaan di mana pun ia berada. Sri Paduka Ratu Lia Eden menyebutnya sebagai sosok yang lucu dan tak pernah menyusahkan serta selalu berupaya membantu segala urusan Eden sejak kehadirannya di Salamullah-Eden. Tak jarang penyakit berat yang dideritanya menjadi pertanyaan kepada Tuhan, mengapa seorang yang begitu baik seperti YMR Yanthilah yang mengalaminya. Betapa pun, di balik tanya tersebut, kami meyakini bahwa ada sebuah Rencana Tuhan yang maha indah dan sarat akan hikmah dan pelajaran. Karena Eden adalah Surga, tempat dimana Tuhan mensucikan dan menghadirkan aneka pelajaran yang meliputi alam dunia dan akhirat dengan kadar kedalaman dan kehakikian yang luar biasa.
Berbagai hikmah terhadirkan melalui pensucian YMR Yanthi dengan penyakit kankernya. Terapi energi dan cinta yang diberikan oleh Sri Paduka Ratu Lia Eden dan segenap Komunitas Eden mengiringi terapi medis melalui kemoterapi oral dan obat-obatan yang dipilihnya telah membuatnya bertahan selama ini. Doa-doa dan harapan untuk kesembuhan YMR Yanthi pun selalu terpanjatkan. Namun Tuhan memiliki rencana lain atas YMR Yanthi dan niscaya semua itu adalah yang terbaik baginya dan bagi Kehendak-Nya.
Salah satu hikmah yang terbuka melalui peristiwa wafatnya YMR Yanthi menjawab pertanyaan yang kerap disampaikan kepada kaum Eden – setidaknya kepada saya pribadi saat menjalani penjara – seputar apa yang akan dilakukan bila ada kaum Eden yang meninggal dunia. Sebagaimana kabar wafatnya YMR Yanthi telah disampaikan kepada Sri Paduka Ratu Lia Eden di Lapas Wanita Tangerang, turunlah Petunjuk Tuhan terkait penyikapan terhadap jasad YMR Yanthi. Bahwa janganlah sampai terjadi pertengkaran atau perselisihan di dalam mengurusi jasadnya. Karena bagi Tuhan taklah menjadi penting cara atau ritual dalam mengurus jasad seseorang. “Karena yang dinilai Tuhan adalah amal ibadahnya.” Demikian Petunjuk Tuhan yang disampaikan oleh Sri Paduka Ratu Lia Eden.
Dengan demikian, taklah menjadi masalah apakah jasad YMR Yanthi akan dimakamkan secara Islam sebagaimana yang dikehendaki oleh keluarga besarnya. Dan disampaikan juga bilamana jasad YMR Yanthi tak diperkenankan dimakamkan secara Islam, diingatkan akan kehendak YMR Yanthi yang pernah meminta jasadnya untuk dikremasi. Puji syukur kepada Tuhan, jasad YMR Yanthi telah dimakamkan secara Islam sebagaimana yang dikehendaki oleh keluarga besarnya di TPU Tanah Kusir pada Senin, 7 Maret 2011, sekitar pukul 11.30 WIB.
Demikianlah akhir perjalanan pensucian raga YMR Yanthi. Cinta dan keceriaan yang selalu terpancar darinya walau sedang didera penyakit yang berat telah memberikan inspirasi yang begitu luar biasa, setidaknya bagi saya pribadi untuk selalu senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan. Semoga Tuhan menerima segala amal kebajikan YMR Yanthi di masa hidupnya. Dan semoga Tuhan melapangkan jalan ruhnya, menerima YMR Yanthi di dalam Surga dan Kerajaan-Nya baik di alam akhirat maupun di dalam masa kehidupan selanjutnya. Semoga Tuhan memberkati YMR Yanthi senantiasa. Amin.