Saat mengetahui Tanti meninggal, saat kulihat jasadnya terbaring kaku di kamarnya, saat aku membantu berbagai persiapan di rumah Cipinang dan bersama jasadnya semalaman, aku merasa tak ingin mencium jasadnya sebagaimana yang diajakkan oleh kerabatku, karena aku merasa kalau ruh Tanti sudah tak berada di sana. Tak terasa kesedihan saat mendengar Tanti meninggal karena di satu sisi itulah yang terbaik baginya setelah mengalami penderitaan panjang akibat penyakit kankernya. Aku meyakini kalau Tanti telah berada di Sisi-Nya di dalam kedamaian.

Namun saat aku melihat sebuah gitar ukuran anak-anak milik Tanti, tiba-tiba memori membawaku ke saat dimana aku baru bebas dari penjara. Saat itu sungguh aku bersyukur karena masih dapat bertemu dengan Tanti. Suara cerianya tak hanya kudengar lewat telepon, namun aku juga dapat melihat senyumnya. Saat itulah Tanti memintaku untuk memetik gitar dan memainkan lagu untuknya. Dan kupilih lagu berirama jazz yang dipopulerkan oleh Utha Likumahua dan dinyanyikan kembali oleh Glenn Fredly…

Esok Kan Masih Ada

Wajahmu kupandang dengan gemas
Mengapa air mata selalu ada dipipimu
Hai nona manis biarkanlah bumi berputar
Menurut kehendak yang Kuasa

Apalah artinya sebuah derita
Bila kau yakin itu pasti akan berlalu
Hai nona manis biarkanlah bumi berputar
Menurut kehendak yang Kuasa

Tuhan pun tahu hidup ini sangat berat
Tapi takdir kan tidak selalu sama
Coba dan cobalah tinggalkan sejenak anganmu
Esok kan masih ada, esok kan masih ada

Dengan gitar kecil bersuara bening tersebut, kuselesaikan lagu tersebut dan syaraf-syaraf di pelupuk mataku mulai tergetar. Duhai, barulah aku merindukan keceriaan Tanti yang tetap terjaga di saat sakitnya. Namun tak kubiarkan air mataku merembes keluar, karena sungguh aku menyadari kalau Tanti akan selalu hidup di dalam kenanganku. Aku harus tetap menjalani hidup pengabdianku kepada Tuhan tanpa disertai keceriaannya. Dan betapapun, aku tetap dapat mendengar suara dan semangatnya melalui lagu-lagu yang mengabadikan suaranya sebagaimana salah satunya yang kudengar dari laptopku saat ini. (Sayangnya karena blog ini masih gratisan, suara Tanti tak bisa kushare di sini. Mungkin di lain kesempatan…)

Tanti, I miss you so much. Selamat menempuh takdir baru bersama-Nya. Dan Tanti akan selalu ada di salah satu sudut relung hatiku :’)..